7.15.2018

Pernikahan,



Adalah sebuah “freepas” untuk keamanan finansial yang menjadikan para wanita ini malas dan menanggalkan gelar yang sudah susah-susah di raihnya. Apa hakikat pernikahan? Legalitas dan halal dalam berhubungan sex.,berkembang biak,atau demi entertainment society?
Banyak hal.
Pernikahan dini adalah kesalahan dan keegoisan orang tua terhadap masa depan anak itu sendiri dengan bertendensi agar anak itu bahagia. Bahagia? Yang seperti apa dan yang  kebebasan finansial?
Atau bahagia seperti fairytales yang happy ending saat berada dalam suatu pernikahan.. tanpa menunjukkan apa dan bagaimana menjalani sebuah pernikahan itu sendiri. Ada banyak hal dalam sebuah pernikahan yang bukan hanya tentang sex dan keluarga, ada tanggung jawab, terhadap anak orang dan anak yang akan dilahirkan bagaimana kita menjadikannya anak yang sholeh dan sholeha, berguna dan mempunyai akhlak yang baik. Bukan hanya membuatnya saja dan di titipkan ke orang tua atau nanny nya.. klise but its real..
Wujudkanlah pernikahan yang menjadikan kalian bahagia,bukan membahagiakan orang lain dan demi gengsi,harga diri,society yang menuntut agar menikah. Menikah adalah pilihan. Setiap manusia berhak atas sebuah pernikahan yang membahagiakan bukan pernikahan yang menjadi disaster


5.12.2018

Kekasih jiwa



Aku menelusup perlahan dalam sukma yang lelah akan sebuah pencarian hati dan hidup yang hampa.
Perlahan bertemu dan berbicara dengan bahasa persahabatan lantas berubah menjadi sebuah harapan dan keinginan untuk bersama dan bersatu dalam sebuah ikatan.
Ikatan yang hanya aku dan dia menjadi kita,lantas sebuah ikatan yang menjadi kau milikku dan aku milikmu satu.
Kekasih jiwa izinkan aku mengisi hati dan hidupmu. Mewarnai setitik atau seluruh sisa hidupmu.
Bersamamu aku tak takut akan dunia.
Bersamamu aku inginkan menapaki setapak kecil ini.
Tidak mudah dan tidak akan baik-baik saja namun dengan kekuatan hati dan rasaku. Aku percaya semua akan baik-baik saja.

Kau datang saat yang tepat aku inginkan untuk mencari labuhan akhir jiwa.
Kau mengisi dengan tepat dan lengkap seluruh rasa yang ada.
Kau mampu menjadi apapun saat aku butuhkan dan saat aku inginkan untuk bersama seseorang yang mampu dan ingin menua bersama.

Aku merindu kekasihku yang mampu melengkapi rasa 
Aku merindu kamu yang mampu menaklukkan aku telak.
Aku menyerah cinta..
Aku berserah kepadamu..
Akan hati dan jiwa yang lelah pula mencari labuhan hati untuk menetap selamanya...


Untuk kekasih jiwaku,
Ia

5.11.2018

Happy society, fuckin shitt our life

Banyak yang menggema  di pikiran tentang 'membahagiakan'  sebuah tatanan masyarakat yang mengharuskan kita hidup sewajarnya, senormal-normalnya. Namun saat kita membahagiakan kebutuhan society itu tadi kira terjebak dalam kubangan nelangsa yang menjadikan kita bukan seperti diri kita.
Apakah contohnya?
Menikah.
Hal Simple yang membuat orang tua, lingkungan kita gelisah saat 'usia menikah'  telah terlewati. Entah karena karir, jodoh atau 'pilihan hidup'.
Menikah adalah pilihan hidup dan Takdir Tuhan.  Bukan sebuah 'keharusan'  demi sebuah society yang ingin melihat kita seperti apa.
Menikah itu adalah sebuah akad dua manusia yang di lakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan agama.
so, kita menikah dengan seseorang untuk membahagiakan orang tua, membahagiakan society dan kita terjebak dalam sebuah lingkaran setan dan sebuah 'pencitraan'  yang penuh topeng.
Akan kah kita bahagia???
Akan kah kita baik-baik saja??
Selamat sudah menggali lubang nelangsa sendiri... Jika masih ingin dan beralasan 'membahagiakan orang tua(red:society)

4.08.2018

Lembar hati

Genggam tanganku, jangan terlalu erat namun juga jangan terlalu renggang. Aku ingin kau ada disamping ku. Sejajar, bukan di depanku atau belakangku. Mari berjalan menapaki jejak sejarah yang akan kita toreh, dalam suka duka, sehat sakit, bersama dalam doa semesta yang restui kita bersatu dalam harapan yang sama.
Yang selalu mencintaimu,

Aya

4.06.2018

Lilin Kecilku


Berjalan bersama waktu yang kembali memintal asa dan rasa kau hadir dalam kewarasanku dan rasa harap yang tepat. Tidak berlebihan,tidak menggebu-gebu dan hangat. Selalu saja kehangatan dan kesahajaanmu menjadi sebuah tolak ukur kebahagiaan.
Kalau bukan kita sendiri siapa yang akan mengukur kebahagiaan kita,sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Kedatanganmu tanpa tanda-tanda dan memeluk lembut dengan kerinduan,hasrat dan rasa ingin memiliki seutuhnya dan hingga akhir semesta berbicara.
Memilikimu ...
Merindukanmu...
Menghapus lara dan luka...
Api itu membakar hasrat dan harapan. Ingin meluluh-lantakan atau ingin menghangatkan dalam damai?
Jika ingin meluluh-lantakan maka ‘bakar’ lah cinta hanya dengan nafsu dan hasrat itu tanpa pandang bulu. Namun jika ingin menghangatkan dalam damai, pilihlah ruang hati yang tepat untuk kau menyalakan api lilin itu dan menghangatkan jiwa yang terpaut dalam kedamaian dan kesyahduan cinta. Akankah itu abadi? Hanya semesta yang mampu dan jiwa itu saling menjaga cahaya itu abadi. Meski nanti ada jarak takdir yang memisahkan.
Jadilah lilin jiwa dalam hati ini..
Semoga yang terbaik dan menjadi kekasih abadi..
Dan menjadi tempat berpulang yang nyata,bukan tempat berpulang imajinasi asa.


April,2018