Banyak yang menggema di pikiran tentang 'membahagiakan' sebuah tatanan masyarakat yang mengharuskan kita hidup sewajarnya, senormal-normalnya. Namun saat kita membahagiakan kebutuhan society itu tadi kira terjebak dalam kubangan nelangsa yang menjadikan kita bukan seperti diri kita.
Apakah contohnya?
Menikah.
Hal Simple yang membuat orang tua, lingkungan kita gelisah saat 'usia menikah' telah terlewati. Entah karena karir, jodoh atau 'pilihan hidup'.
Menikah adalah pilihan hidup dan Takdir Tuhan. Bukan sebuah 'keharusan' demi sebuah society yang ingin melihat kita seperti apa.
Menikah itu adalah sebuah akad dua manusia yang di lakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan agama.
so, kita menikah dengan seseorang untuk membahagiakan orang tua, membahagiakan society dan kita terjebak dalam sebuah lingkaran setan dan sebuah 'pencitraan' yang penuh topeng.
Akan kah kita bahagia???
Akan kah kita baik-baik saja??
Selamat sudah menggali lubang nelangsa sendiri... Jika masih ingin dan beralasan 'membahagiakan orang tua(red:society)
5.11.2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar