4.08.2018

Lembar hati

Genggam tanganku, jangan terlalu erat namun juga jangan terlalu renggang. Aku ingin kau ada disamping ku. Sejajar, bukan di depanku atau belakangku. Mari berjalan menapaki jejak sejarah yang akan kita toreh, dalam suka duka, sehat sakit, bersama dalam doa semesta yang restui kita bersatu dalam harapan yang sama.
Yang selalu mencintaimu,

Aya

4.06.2018

Lilin Kecilku


Berjalan bersama waktu yang kembali memintal asa dan rasa kau hadir dalam kewarasanku dan rasa harap yang tepat. Tidak berlebihan,tidak menggebu-gebu dan hangat. Selalu saja kehangatan dan kesahajaanmu menjadi sebuah tolak ukur kebahagiaan.
Kalau bukan kita sendiri siapa yang akan mengukur kebahagiaan kita,sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Kedatanganmu tanpa tanda-tanda dan memeluk lembut dengan kerinduan,hasrat dan rasa ingin memiliki seutuhnya dan hingga akhir semesta berbicara.
Memilikimu ...
Merindukanmu...
Menghapus lara dan luka...
Api itu membakar hasrat dan harapan. Ingin meluluh-lantakan atau ingin menghangatkan dalam damai?
Jika ingin meluluh-lantakan maka ‘bakar’ lah cinta hanya dengan nafsu dan hasrat itu tanpa pandang bulu. Namun jika ingin menghangatkan dalam damai, pilihlah ruang hati yang tepat untuk kau menyalakan api lilin itu dan menghangatkan jiwa yang terpaut dalam kedamaian dan kesyahduan cinta. Akankah itu abadi? Hanya semesta yang mampu dan jiwa itu saling menjaga cahaya itu abadi. Meski nanti ada jarak takdir yang memisahkan.
Jadilah lilin jiwa dalam hati ini..
Semoga yang terbaik dan menjadi kekasih abadi..
Dan menjadi tempat berpulang yang nyata,bukan tempat berpulang imajinasi asa.


April,2018