Berjalan bersama waktu yang kembali memintal asa dan rasa
kau hadir dalam kewarasanku dan rasa harap yang tepat. Tidak berlebihan,tidak
menggebu-gebu dan hangat. Selalu saja kehangatan dan kesahajaanmu menjadi
sebuah tolak ukur kebahagiaan.
Kalau bukan kita sendiri siapa yang akan mengukur
kebahagiaan kita,sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Kedatanganmu tanpa tanda-tanda dan memeluk lembut dengan
kerinduan,hasrat dan rasa ingin memiliki seutuhnya dan hingga akhir semesta
berbicara.
Memilikimu ...
Merindukanmu...
Menghapus lara dan luka...
Api itu membakar hasrat dan harapan. Ingin meluluh-lantakan
atau ingin menghangatkan dalam damai?
Jika ingin meluluh-lantakan maka ‘bakar’ lah cinta hanya
dengan nafsu dan hasrat itu tanpa pandang bulu. Namun jika ingin menghangatkan
dalam damai, pilihlah ruang hati yang tepat untuk kau menyalakan api lilin itu
dan menghangatkan jiwa yang terpaut dalam kedamaian dan kesyahduan cinta. Akankah
itu abadi? Hanya semesta yang mampu dan jiwa itu saling menjaga cahaya itu
abadi. Meski nanti ada jarak takdir yang memisahkan.
Jadilah lilin jiwa dalam hati ini..
Semoga yang terbaik dan menjadi kekasih abadi..
Dan menjadi tempat berpulang yang nyata,bukan tempat
berpulang imajinasi asa.
April,2018
0 komentar:
Posting Komentar