5.12.2018

Kekasih jiwa



Aku menelusup perlahan dalam sukma yang lelah akan sebuah pencarian hati dan hidup yang hampa.
Perlahan bertemu dan berbicara dengan bahasa persahabatan lantas berubah menjadi sebuah harapan dan keinginan untuk bersama dan bersatu dalam sebuah ikatan.
Ikatan yang hanya aku dan dia menjadi kita,lantas sebuah ikatan yang menjadi kau milikku dan aku milikmu satu.
Kekasih jiwa izinkan aku mengisi hati dan hidupmu. Mewarnai setitik atau seluruh sisa hidupmu.
Bersamamu aku tak takut akan dunia.
Bersamamu aku inginkan menapaki setapak kecil ini.
Tidak mudah dan tidak akan baik-baik saja namun dengan kekuatan hati dan rasaku. Aku percaya semua akan baik-baik saja.

Kau datang saat yang tepat aku inginkan untuk mencari labuhan akhir jiwa.
Kau mengisi dengan tepat dan lengkap seluruh rasa yang ada.
Kau mampu menjadi apapun saat aku butuhkan dan saat aku inginkan untuk bersama seseorang yang mampu dan ingin menua bersama.

Aku merindu kekasihku yang mampu melengkapi rasa 
Aku merindu kamu yang mampu menaklukkan aku telak.
Aku menyerah cinta..
Aku berserah kepadamu..
Akan hati dan jiwa yang lelah pula mencari labuhan hati untuk menetap selamanya...


Untuk kekasih jiwaku,
Ia

5.11.2018

Happy society, fuckin shitt our life

Banyak yang menggema  di pikiran tentang 'membahagiakan'  sebuah tatanan masyarakat yang mengharuskan kita hidup sewajarnya, senormal-normalnya. Namun saat kita membahagiakan kebutuhan society itu tadi kira terjebak dalam kubangan nelangsa yang menjadikan kita bukan seperti diri kita.
Apakah contohnya?
Menikah.
Hal Simple yang membuat orang tua, lingkungan kita gelisah saat 'usia menikah'  telah terlewati. Entah karena karir, jodoh atau 'pilihan hidup'.
Menikah adalah pilihan hidup dan Takdir Tuhan.  Bukan sebuah 'keharusan'  demi sebuah society yang ingin melihat kita seperti apa.
Menikah itu adalah sebuah akad dua manusia yang di lakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan agama.
so, kita menikah dengan seseorang untuk membahagiakan orang tua, membahagiakan society dan kita terjebak dalam sebuah lingkaran setan dan sebuah 'pencitraan'  yang penuh topeng.
Akan kah kita bahagia???
Akan kah kita baik-baik saja??
Selamat sudah menggali lubang nelangsa sendiri... Jika masih ingin dan beralasan 'membahagiakan orang tua(red:society)